Jumat, 09 September 2011

cerita rakyat

ASAL DAERAH : BELU

JUDUL CERITA : GUNUNG LAKAAN ASAL MANUSIA PERTAMA

ISI

Menurut cerita orang tua-tua di belu, pada zaman dahulu kala,seluruh pulau timor masih digenang

Air kecuali kecuali puncak gunung lakaan. Pada suatu hari turunlah seorang putri dewata dipuncak gunung lakaan dan tinggallah dia disana . putri dewata itu bernama laka lorak mesak yang dalam bahasa belu berarti putrid tungal yang tidak berasal usul . laka lorak mesak adalah seorang putrid cantik jilita dan luar biasa kesaktiannya .

Karena kesaktiannya yang luar biasa itu, maka laka lorak mesak dapat melahirkan anak dengan suami yang tidak pernah dikenal orang .itulah sebabnya laka lorak mesak disebut pula dengan nama nain belakang yang artinya berbuat sendiri dan menyelmanya sendiri.

Beberapa tahun kemudian putri laka lorak mesak berturut –turut melahirkan kedua orang putra dan dua orang putri. Kedua puteranya diberi nama masing-masing atok lakaan dan taek lakaan sedangkan kedua putrinya masing-masing diberi nama elak lorak danbalat loa lorak .setelah keempat putra-putrinya dewasa maka mereka di kawinkan oleh ibunya karena dipuncak gunung tidak ada keluarga lain maka atok lakaan dikawinkan dengan elak loa lorak . sementara itu air laut surut dan pulau timor sudalah terbentuk menjadi daratan yangluas. Alok lakaan dan istrinya elak loa lakaan kemudian pindah dari lakaan ke bukit nnaen dubesi lalu mendirikan kerajaan yang bernama naetenu. Disahkan pula bahwa sala seorang dari anak atok lakaan ini kemudian terus merantau ke timor- timur dan mendirikan sebuah kerajaan disana yang diberi nama maukatar.nama mau katar ini masih adahinga sekarang keturunan atok lakaan yang lain tetap menetap dibelu dan mendirikan kerajaan sendiri dgn nama kerajaan fehalaan sedangkan taek lakaan dengan istrinya loa lorak memperanakan 10 orang anak laki-laki semua kemudian menjadi pemuda yang gagah berani dan merantau kemana-mana seorang anak yang bernama dasi tuka mau berlayar kepulau flores, lalu kawin danmenetap disana. Sedangkan 4 orang anak lainnya merantau dan menetap dipulau imor tengah utaara sekarang mereka yang merantau dan menetap ditimor tengah utara ialah masing-masing : -dasi boki mauk menetap didesa biboki

-dasi sana mauk menetap di insane

-dasi lida mauk menetap dilidat dan

-dasi leku mauk menetap didekuhan

Kelima puteralain dari taek lakaan tetap tingal dibelu dengan keturunan hinga sekarang. Dari kisah putri laka lorak mesak inilah timbul adat kebiasaan di belu hinga sekarang dimana-mana anak-anak harus selalu mengikutikeluarga ibu.juga dari kisah inilah orang belu, orang timor,orang timor tengah utara maupun orang flores sampai haru ini tetap merasa bersaudara.

Tokoh- tokoh dalam cerita:

A. putri loka lorak mesak

B. Alok lakaan

C. Taek lakaan

D. Elak loa lorak

E. Balak loa lorak

F. Dasi tuka mauk

G. Dasi moki mauk

H. Dasi sana mauk

I. Dasi lida mauk

J. Dasi leku mauk

Tulislah watak-watak dari tokoh-tokoh dalam cerita tersebut :

1. putri laka lorak mesak baik

2. Atok lakaan baik

3. Taek lakaan baik

4. Elak loa lorak baik

5. Balak loa lorak baik

6. Dasi tuka mauk baik

7. Dasi moki mauk baik

8. Dasi sana mauk baik

9. Dasi lida mauk baik

10. Dasi leku mauk baik

Amanat/ pesan : kita harus saling bersaudara.

ASAL DAERAH: ROTE

JUDUL :LAGENDA SASANDO

ISI

Sasando sanguh telah menjadi identitas rote. Sasando mempunyai kisah hikayat yang patut kita simak. Sasando berasal dari kata sari (petik] dan sandoartinya [bergetar} yang diyakini diciptakaan sanggu ana pada abad ke: 15dipulau kecil dekat pulau rote, yaitu pulau dana, yang waktu itu dikusai raja taka la’a sangu adalah warga nusa ti’i dipulau rote barat daya. Dia ditahan raja dana saat terdampar dipulau itu ketika mencari ikan bersama kawannya, mankoa. Selain seorang nelayan, sanggu juga seorang seniman.

Saat itu raja dana memiliki putri. Putri jatuh cintakepada sanggu. Kepada sanggu, putri menyampaikan permintaan untuk memiliki alat music baru yang diciptakaan sanggu dan bisa menghibur rakyat. Putri memang suka menghibur rakyat saat purnama tiba sangu kemudian menciptakan sari sando yang artinya bergetar saat dipetik. Saat itu dengan tujuh yang terbuat dari serat kulit kayu atau atau akar-akaran. Hubungan putri dengan sanggu itu ketahuan raja dana. Sang raja taka la’a marah besar dan menghukum mati sanggu.

Kawan sanggu yang sempat melarikan diri, mankoa, melaporkan kejadianitu ke nusa ti’i anak sangu di ti’i, nale sanggu, marah mendengar ayahnya tewas. Nale balas dendam bersama 25 kesatria ti’i . seisi pulau dana dimusnahkan, hanya anak-anak dan alat music sasando warisan ayahnya yang diselamatkan .

Tokoh-tokoh dalam cerita:

1. Sanggu ana

2. Raja taka la’a

3. Putri

4. Mankoa

5. nale sanggu

6. 25 kesatria

Watak dari para tokoh

1. Sanggu ana baik

2. Raja takala’a jahat

3. Putri baik

4. Mankoa baik

5. Nale sanggu jahat

6. 25 kesatria jahat

Amanat /pesan :kita tidak boleh jahat kepada orang lain nanti kita juga yang dapat balasannya.

ASAL DAERAH:MANGGARAI

JUDUL :NONA RUENG

ISI

Alkisah diceritakaan sebuah kisah dari sebuah kerajaan.

Dahulu kala hiduplah seorang gadis yang sangat cantik jelita. Sang gadis itu bernama rueng. Rueng adalah seorang gadis kampung yang sangat sederhana. Banyak laki-laki yang tergila-gila padanya. Hinga suatu saat seorang prajurit mendatanginya untuk membawa kabar bahwa sang raja ingin mempersuntingnya. Dengan keras rueng menolak lamaran sang raja bima. Karena ia sudah memiliki kekasih hatinya. Karena menolak lamaran sang raja bimasang raja bima menyuruh untuk memaksa sang gadis tetapi karna sang gadis tetap mempertahanka pendiriannya akhirnya sang raja dari bima tersebut mendatanginya tetapi tetap saja ditolak. Karena emosi maka sang raja menyuru prajurit untuk membunuh sang gadis . akhirnya sang gadis meninggal dunia hanya karena menolak lamaran sang raja bima hinga kini nama sang gadis sering disebut karena berani mempertahankan haknya.

Tokoh tokoh dalam cerita:

1. Nona rueng

2. Raja dari bima

3. Prajurit

Watak para tokoh:

1. Rueng: baik, karena tetap mempertahankan haknya

2. Raja: jahat, karena menyuru prajurit untuk membunuh nona rueng

3. Prajurit:jahat, menurt kita karna membunuh nona rueng

Baik, menurut raja karna telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Amanat/pesan: kita harus tetap mempertahankan hak kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar